Assalamualaikum
Wr. Wb.
Salam
sejahtera bagi kita, yang saya hormati ibu Mastuyah, S.Pd., selaku guru
pembimbing bidang studi bahasa indonesia. Serta teman-teman yang saya sayangi.
Puji
syukur kita panjatkan kehadirat tuhan YME, karena atas berkah, taufik dan
hidayah-NYAlah pada hari ini kita dapat berkumpul di tempat ini melaksanakan
proses belajar mengajar dalam keadaan sehat walafiat.
Teman-temanku
yang berbahagia.
Ingatkah
kalian pada sebuah kata, kata yang mungkin tidak asing lagi bagi kita para
pelajar? Ya, kata itu adalah prestasi. Menurut kamus besar bahasa Indonesia
prestasi adalah hasil yang telah dicapai, dilakukan, bahkan dikerjakan. Bahkan
ada pula yang mengatakan bahwa prestasi adalah bukti usaha yang telah kita lakukan.
Ada sebuah resep sukses yang sangat pendek dan sangat indah dari seorang tokoh
bernama William yang berbunyi “Belajar ketika orang lain tidur, bekerja ketika
orang lain bermalasan, dan bermimpi ketika orang lain berharap”. Nah, inilah
tema yang akan saya sampaikan pada pidato kali ini dengan judul “Prestasi Adalah Cinta Yang Sukses”.
Teman-temanku
yang saya sayangi.
Setiap orang, satu dengan yang lainnya, memiliki motivasi
yang tidak sama. Sesungguhnya kalian pun sudah menyadari bahwa motivasi belajar
tidak akan terbentuk apabila seseorang tidak mempunyai keinginan, cita-cita,
atau menyadari manfaat belajar bagi dirinya sendiri.
Ibarat sebuah cinta, dalam mengejar prestasi bukanlah hal
yang mudah penuh sakit hati, rasa kecewa, jatuh bangun, bahkan di tolak. Pada
saat tertentu cinta itu akan diterima dan berujung pada kebahagiaan sepasang
insan. Yang bisa kita sebut sebagai titik kesuksesan. Hal itu tergantung dari
diri kita sendiri. Seberapa besar keyakinan, dan dorongan dalam diri untuk
meraih hati orang yang kita cinta. Seperti itu juga prestasi, kadang dibawah
dan bahkan diatas. Hal itu tergantung dari semangat dan keinginan dalam diri.
Ada tiga cara yang mudah untuk diterapkan agar sukses dalam
meraih cinta. Jangan salah paham dulu disini sukses dalam meraih cinta bukan
cintanya hati tapi cintanya prestasi.
Pertama, belajar apa saja. Maksudnya adalah belajar apapun
yang bisa untuk dipelajari, sekalipun itu merupakan hal yang tidak disenangi.
Seperti kata pepatah benci saja bisa jadi cinta. Mengapa tidak bagi belajar, dari
tidak senangi bisa menjadi kita senangi.
Kedua, bergaulah dengan orang yang bisa move on. Di dunia ini
hanya ada dua jenis yaitu orang yang bisa move on dan orang yang tidak bisa
move on atau sering kita kenal sebagai orang galau. Secara tidak langsung orang
yang bisa move on adalah orang yang selalu berpikir positif dan selalu optimis
dalam meraih sesuatu. Dalam meraih prestasi berpikir positif dan selalu optimis
adalah hal yang sangat penting karena dengan begitu kesuksesan akan kita raih.
Ketiga, temukan motivator atau penyemangat. Kadangkala,
seseorang memerlukan orang lain sebagai pemacu dalam menjalani hidup. Misalnya:
teman, pacar, ataupun pasangan hidup. Kita pun bisa melakukan hal serupa dengan
mencari seseorang yang dapat membantu mengarahakan atau memotivasi kita belajar
dan meraih prestasi. Bahkan adakalanya musuh adalah motivator terbaik dalam
hidup kita. Karena musuh adalah orang yang selalu melihat sisi negatif dan
mengirtiknya. Secara tidak langsung dia akan memotivasi kita untuk berubah.
Dan ingat “Belajarlah ketika orang lain tidur,
bekerjalah ketika orang lain bermalasan, dan bermimpilah ketika orang lain
berharap”. Karena prestasi adalah sebuah cinta yang berhasil kita raih atau
telah sukses kita dapatkan.
Mungkin
itu saja yang dapat saya sampaikan, mohon maaf jika ada salah kata karena ini
bukan sebuah efekkan tapi ini adalah sebuah pidato yang menghipnotis. Saya
akhiri,
Summassalamualaikum
Wr.Wb.