Kamis, 08 November 2012

Pidato Hari Pangan Sedunia Walau gag Menang yah jadi pengalaman :)


Assalamualaikum Wr.Wb.
Salam sejahtera bagi kita,yang saya hormati kepala Dinas Kalautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah. Yang saya hormati panitia pelaksana lomba pidato dalam rangka hari pangan sedunia. Yang saya hormati ibu-bapak dewan juri. Serta, teman-teman peserta lomba yang berbahagia.
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan YME, karena atas berkah, taufik dan hidayah-NYAlah pada hari ini kita dapat berkumpul ditempat ini dalam rangka lomba pidato dalam keadaan sehat walafiat.
Ibu-Bapak dewan juri,
Serta teman-temanku yang berbahagia.
Kenalkan kalian pada seekor hewan, seekor hewan yang menghasilkan protein, protein untuk tubuh kita? Ya, hewan itu adalah ikan. Menurut kamus besar bahasa indonesia ikan adalah seekor hewan sumber protein tertinggi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia, khususnya adalah otak kita. Bahkan ada yang mengatakan bahwa ikan adalah makanannya otak. Hal ini sangat logis dan mudah dijelaskan, karena rata-rata ikan mengandung protein yang lebih tinggi dari jenis makanan lain. Nah, inilah tema yang akan saya sampaikan pada pidato kali ini dengan judul“Pentingnya Mengonsumsi Ikan Gabus Untuk Kesehatan dan Kecerdasan”.
Teman-temanku yang berbahagia.
Sehat itu mahal, mungkin sebuah kata yang tak asing lagi bagi  kita. Menjaga kesehatan tubuh dapat kita lakukan mulai hal yang kecil seperti mengonsumsi makanan sehat. Salah satunya adalah mengonsumsi ikan. Tahukah kalian teman, ikan apa yang paling banyak mengandung sumber protein?. Ya, mungkin di benak kalian akan terbayang ikan salmonyang banyak mengandung omega 3. Tapi tahukah kalian sebenarnya ada seekor ikan yang kita temui setiap hari dipasar bahkan ikan itu sumber protein yang lebih tinggi dari ikan salmon tahukah kalian ikan apa itu?. Ya, ikan itu adalah ikan gabus atau yang lebih kita kenal dalam bahasa dayak ngajuk lauk behau.
Teman-temanku yang berbahagia.
Ikan gabus sangat kaya akan albumin. Jenis protein terbanyak (60 persen) di dalam plasma darah manusia. Peran utama albumin di dalam tubuh, yaitu membantu pembentukan jaringan sel baru. Tanpa albumin; sel-sel di dalam tubuh akan sulit melakukan regenerasi, sehingga sel akan cepat mati dan tidak berkembang. Albumin inilah yang juga berperan penting dalam proses penyembuhan luka.
Selain itu Kadar protein per 100 gram ikan gabus setara dengan ikan bandeng, tetapi lebih tinggi bila dibandingkan dengan ikan lele, maupun ikan mas yang sering kita konsumsi setiap hari. Kandungan protein ikan gabus, juga lebih tinggi daripada bahan pangan yang selama ini dikenal sebagai sumber protein seperti telur, daging ayam, maupun daging sapi.
Mengonsumsi ikan gabus sebaiknya mulai dibiasakan sejak balita. Pemberian makanan yang kaya albumin ini bukan hanya dilakukan ketika anak menunjukkan gejala sakit, tetapi juga ketika sehat. Hal tersebut berkaitan dengan fungsi albumin yang sangat penting.
Albumin bukan hanya dibutuhkan pasien yang sedang menjalani operasi, tetapi juga anak-anak yang sedang dalam tahap pertumbuhan. Bila kadar albumin rendah, protein yang dikonsumsi anak akan pecah. Protein yang seharusnya dikirim untuk pertumbuhan sel menjadi tidak maksimal.Sementara pada anak yang sedang berada di fase periode emas pertumbuhan (golden age), yaitu usia 1-5 tahun, kekurangan albumin akan sangat mengganggu pertumbuhan otaknya. Semakin sedikit albumin, pertumbuhan sel di otak akan semakin lambat. Sel otak yang sedikit menyebabkan anak menjadi kurang cerdas.
Ibu-Bapak dewan juri,
Serta teman-temanku yang berbahagia.
Dapat kita lihat pada anak-anak di Jepang yang mempunyai kecerdasan yang tinggi, salah satunya karena di negara itu rakyatnya diajak mengkonsumsi ikan sejak balita. Jadi saya ulangi sejak balita. Ada sebuah  pepatah latin mengatakan Men Sano In Con Poresano, yang artinya di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat. Oleh karena itu, saya mengaja teman-teman yang berada disini mari kita menjaga kesehatan tubuh kita. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan yang banyak mengandung protein seperti ikan gabus. Karena ikan gabus terbukti menggandung protein yang tinggi, low cholesterol, protein boleh tinggi, kolesterol harus rendah, kemudian rasanya nikmat, membuat badan menjadi sehat dan tentu saja akan mencerdaskan otak kita.
Sebelum saya akhiri pidato singkat ini ada pantun yang ingin saya sampaikan.
Ikan gabus ada sebelas
Mati tiga tinggal delapan
Kalau mau sehat dan cerdas
Mari kita memakan ikan
Sekian pidato dari saya, saya akhiri,
Summassalamualaikum wr.wb

Rabu, 10 Oktober 2012

Pidato Bahasa Indonesia "Dengan Membaca Akan Membuka Jedela Dunia"

Ini loh pidato yang pernah aku bawakan dalam lomba perpustakaan daerah dan membawa ku menjadi juara 1 :)


Assalamualaikum wr.wb.
Salam sejahtera bagi kita. Yang saya hormati kepala kantor perpustakaan, arsip dan dokumentasi kabupaten kapuas. Yang saya hormati ibu-bapak selaku dewan juri lomba pidato. Serta teman-temanku yang berbahagia.
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan YME, karena atas berkah, taufik dan hidayah-NYAlah kita dapat berkumpul di tempat  ini melaksanakan lomba pidato dengan keadaan sehat walafiat.
Ibu-Bapak dewan juri serta teman-temanku yang berbahagia.
Ingatkah kalian, kenalkah kalian pada seorang tokoh, seorang tokoh pendidikan, pendidikan taman siswa? Yah, beliau adalah Ki Hajar Dewantara. Beliau adalah seorang tokoh pendidikan Indonesia yang memprokarsai berdirinya lembaga pendidikan Taman siswa. Dia lebih terkenal dengan filsafat ”tut wuri handayani, hing madya mangun karsa, hing ngarso sung tulada”. Ki Hajar Dewantara mengklasifikasikan tujuan pandidikan dengan istilah “tri-nge”. “Nge” pertama adalah ngerti” (memahami). “Nge kedua” adalah “ngerasa” (merasakan), dan “nge” ketiga adalah “ngleakonin” (mengajarkan). Nah, inilah tema yang akan saya sampaikan pada pidato kali ini dengan judul “Dengan Membaca Akan Membuka Jendela Dunia
Teman-temanku yang berbahagia.
Teman-teman! Sudahkah hari ini kalian membaca? Kalau sudah apa yang kalian baca? Tentu hal itu sesuatu yang bermanfaat. Membaca tentu bukan suatu hal yang asing bagi kita semua. Pada zaman global sekarang, membaca merupakan suatu hal yang penting. Karena, membaca merupakan akar dari peradaban sebuah bangsa. Bahkan membaca sekarang telah menjadi kebutuhan pokok yang harus dimiliki setiap orang agar bisa menjawab tantangan kehidupan. Untuk membaca, banyak cara yang dapat kita capai. Diantaranya melalui perpustakaan. Karena di perpustakaan berbagai sumber informasi bisa kita peroleh, selain itu banyak juga manfaat lain yang dapat kita peroleh melalui perpustakaan. Mulai dari tempat meminjam buku, tempat kita membaca dengan tenang, dan bahkan kita dapat bertemu dengan teman baru diperpustakaan. Nah, tapi mengapa teman? Ketika kita mendengar kata perpustakaan, dalam benak kita langsung terbayang sederetan buku-buku yang tersusun rapi di dalam rak sebuah ruangan. Yah, memang pendapat ini kelihatannya benar, tetapi kalau kita mau memperhatikan lebih lanjut, hal itu belumlah lengkap. Karena setumpuk buku yang diatur di rak sebuah toko buku tidak dapat disebut sebagai sebuah perpustakaan.
Teman-teman! Rugikah kita jika kita rajin membaca? Rugikah jika kita datang perpustakaan? Tentu tidak teman yang ada adalah ilmu yang terus bertambah jika kita sering membaca. Oleh karena itu teman, saya mengajak diri saya, teman-teman yang berada disini mari-mari kita manfaatkan waktu kita dengan membaca. Karena dengan membaca akan menambah ilmu pengetahuan kita. Dan dengan bertambahnya ilmu pengetahuan kita bertambah pula pendidikan kita. Perpustakaan jantung pendidikan, dengan membaca kita dapat menguasai dunia.
Sebelum saya akhiri pidato ada pantun yang ingin saya sampaikan mau dengan gak?
Burung dara terbang sembilan
Terbang tinggi diatas angkasa
Perpustakaan jantung pendidikan
Tempat kita untuk membaca
Akhiru kallam sumassalamualaikum wr.wb

Pidato Bahasa Indonesia

Ini Pidato b.indonesia yg pernah aku bawakan dalam lomba pidato pada FASI tingkat provinsi di buntok dan mendapat juara III :)

Berbakti Kepada Kedua Orang Tua

 

Assalamualaikum w.r. w.b.

Hamdan wasyukran lillah wassalatuwassala muala rasulillah waala alihi wasahbihi waman walah  ammaba’du

 

Yang saya hormati bapak , ibu dewan guru pembimbing serta teman –teman saya yang berbahagia.

Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan taupik dan hidayah kepada kita sehingga kita bisa berkumpul di tempat  ini tak lupa salawat dan salam kita curahkan kepada junjunan Nabi agung Muhammad SAW yang telah mengajak kita dari jalan kegelapan menuju jalan benderang

Teman- teman   dan hadirin  yang berbahagia.

Ingatkah kita pada sesosok wajah, sesosok wajah yang ter amat dekat, dekaaat sekali dengan kehidupan kita. Sesosok wajah yang dengan cintanya melahirkan, mengasuh, membimbing kita hingga dewasa. Pantas saja firman ALLAH berkali-kali, berulang-ulang, dalam surat Albaqarah ayat 83, surat An Nisa, surat Al Ahqaf, Allah menyuruh kita “ Wabil walidaini ihsanan” artinya berbuat baiklah pada Ibu Bapakmu, sekali lagi saya ulang berbuat baiklah pada ibu bapakmu. Mengapa Allah menyuruh demikian ? Siapa mereka ? Sehingga Allah teramat mengistemewakannya ? Hadirin inilah tema yang akan saua sampaikan pada pidato kali dengan judul “ BERBAKTI KEPADA AYAH DAN IBU “ .  

 Hadirin, ada pepatah mengatakan“Kasih ibu sepanjang masa kasih anak sepanjang galah”. Rasulullah Pun  bersabda.  

“Aljannatu tahta akdamil umahati” 2X

Artinya:

“Surga itu berada dibawah telapak kaki ibu.” 2X

Teman-teman tau ngak maksudnya jangan sampai salah lho mengartikannya, maksud hadis tadi bukan berarti ditelapak kaki ibu itu ada syurga, wah…. ! kalau syurga ada ditelapak kaki ibu terinjak-injak dong syurganya, lalu apa kata dunia. Begini teman-teman maksud hadist rasul tadi kita harus hormat, santun dan patuh pada ibu, bukankah ibu yang melahirkan kita kedunia, tanpa ibu rasnya mustahil kita kedunia, tentu atas izin Allah. Lalu ayah, ayah adalah sesosok orang yang menjaga ibu, melindungi kita memberi nafkah untuk memenuhi kebutuhan kita. Ayah dan ibu orang yang mengenalkan kita pada Allah, Allah penguasa alam semesta, raja bumi ini.

            Hadirin sudah seharusnya kita tunjukan kasih sayang kita. Sudah seharusnya kita berterimakasih kepada kedua orang tua, berbakti kepadanya semampu kita, membantu, menolong, patuh dan taat selagi mereka menyuruh kepada kebaikan. Tapi hadirin kenyataannya, kenyataannya teman, banyak anak yang tidak tahu berterimakasih, sering ngambek, marah, kesal, jika keinginan tidak di penuhi.

            Hadirin,  pernah mendengar ? kisah seorang pemuda yang soleh terkurung didalam gua, karena sikapnya yang tulus kepada ibunya pemuda itu menahan haus demi ibunya  lalu pemuda itu berdoa, ya Allah, jika susu yang kuberikan pada ibuku bisa menjadi terkabulnya doa, maka bukakanlah pintu goa ini ! lalu apa yang terjadi hadirin, teman, seketika pintu goa itu terbuka, subhanallah ….ternyata kebaikan kepada ibunya telah diterima Allah sebagai amal soleh. Pantas saja sahabat nabi pernah bertanya kepada Rasullullah siapa yang paling kita hormati, yang paaaling harus kita hormati jawab rasullullah ibu, lalu siapa lagi ya rasullullah ibu, lalu siapa lagi ya rasullullah ibu, lalu siapa lagi ya rasul bapak. Tiga kali rasullullah mengatakan ibu, ibu, dan ibu, lalu di ikuti oleh bapak atau ayah. Yaah, ibu memang ditempatkan pada urutan pertama, tetapi ayah pun patut kita hormati.

            Hadirin, teman-teman tak inginkah doa kita terkabul seperti pemuda tadi, tak inginkah Allah ridha kepada kita, karena kita anak baik, tak inginkah kita menjadi anak yang soleh, anak yang menjadi kebanggaan mereka. Rugikah kita menjadi anak yang baik, rugikah kita menjadi anak soleh, sungguh teman, sungguh hadirin, takkan pernah rugi jika kita berbakti kepada kedua orang tua. Yang ada adalah pahala yang mengalir dari Allah untuk kedua orang tua kita. Rasullullah pernah bersabda:

” Ridawla hipiridal walidain wasuhtullahipisuhtil walidain.”

Artinya:”Rida Allah bergantung pada rida kedua orang tua dan murka Allah  bergantung pada murka kedua orang tua .”

            Oleh karena itu hadirin, saya mengajak diri saya, keluarga, teman-teman dan hadirin yang berada disini, mari, maari kita baktikan hidup kita kepada Allah, kita taati perintahnya, dengan berbakti kepada kedua orang tua kita mulai dari hal yang kecil, misalnya membantu ibu menjaga adik, membantu ibu didapur, ngak susah kalau disuruh shalat, atau yang lainnya. Dan mulai pada saat ini juga lalu kita doakan ibu bapak kita :

“Rabbigpirli waliwalidaia warham huma kama rabbayanisyagira.”

Artinya:

“Ya Allah, ampuni dosaku dan dosa kedua orang tuaku sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku diwaktu kecil.” Amin yarabbal alamin..

            Demikianlah pidato yang dapat saya sampaikan salah khilaf saya mohon maaf,

            Ussikum wanafsi bitaqwallah, sumassalamualaikum warahmatullahi wabarakutuh