Pidato Bahasa Indonesia
Ini Pidato b.indonesia yg pernah aku bawakan dalam lomba pidato pada FASI tingkat provinsi di buntok dan mendapat juara III :)
“Berbakti Kepada
Kedua Orang Tua “
Assalamualaikum
w.r. w.b.
Hamdan
wasyukran lillah wassalatuwassala muala rasulillah waala alihi wasahbihi waman
walah ammaba’du
Yang saya hormati bapak , ibu dewan guru pembimbing
serta teman –teman saya yang berbahagia.
Puji
syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan taupik dan hidayah
kepada kita sehingga kita bisa berkumpul di tempat ini tak lupa salawat dan salam kita curahkan
kepada junjunan Nabi agung Muhammad SAW yang telah mengajak kita dari jalan
kegelapan menuju jalan benderang
Teman- teman dan
hadirin yang berbahagia.
Ingatkah
kita pada sesosok wajah, sesosok wajah yang ter amat dekat, dekaaat sekali
dengan kehidupan kita. Sesosok wajah yang dengan cintanya melahirkan, mengasuh,
membimbing kita hingga dewasa. Pantas saja firman ALLAH berkali-kali,
berulang-ulang, dalam surat Albaqarah ayat 83, surat An Nisa, surat Al Ahqaf,
Allah menyuruh kita “ Wabil walidaini ihsanan” artinya berbuat baiklah pada Ibu
Bapakmu, sekali lagi saya ulang berbuat baiklah pada ibu bapakmu. Mengapa Allah
menyuruh demikian ? Siapa mereka ? Sehingga Allah teramat mengistemewakannya ?
Hadirin inilah tema yang akan saua sampaikan pada pidato kali dengan judul “
BERBAKTI KEPADA AYAH DAN IBU “ .
Hadirin, ada pepatah mengatakan“Kasih ibu
sepanjang masa kasih anak sepanjang galah”. Rasulullah Pun bersabda.
“Aljannatu
tahta akdamil umahati” 2X
Artinya:
“Surga
itu berada dibawah telapak kaki ibu.” 2X
Teman-teman
tau ngak maksudnya jangan sampai salah lho mengartikannya, maksud hadis tadi
bukan berarti ditelapak kaki ibu itu ada syurga, wah…. ! kalau syurga ada
ditelapak kaki ibu terinjak-injak dong syurganya, lalu apa kata dunia. Begini
teman-teman maksud hadist rasul tadi kita harus hormat, santun dan patuh pada
ibu, bukankah ibu yang melahirkan kita kedunia, tanpa ibu rasnya mustahil kita
kedunia, tentu atas izin Allah. Lalu ayah, ayah adalah sesosok orang yang
menjaga ibu, melindungi kita memberi nafkah untuk memenuhi kebutuhan kita. Ayah
dan ibu orang yang mengenalkan kita pada Allah, Allah penguasa alam semesta,
raja bumi ini.
Hadirin sudah seharusnya kita
tunjukan kasih sayang kita. Sudah seharusnya kita berterimakasih kepada kedua
orang tua, berbakti kepadanya semampu kita, membantu, menolong, patuh dan taat
selagi mereka menyuruh kepada kebaikan. Tapi hadirin kenyataannya, kenyataannya
teman, banyak anak yang tidak tahu berterimakasih, sering ngambek, marah,
kesal, jika keinginan tidak di penuhi.
Hadirin, pernah mendengar ? kisah seorang pemuda yang
soleh terkurung didalam gua, karena sikapnya yang tulus kepada ibunya pemuda
itu menahan haus demi ibunya lalu pemuda
itu berdoa, ya Allah, jika susu yang kuberikan pada ibuku bisa menjadi
terkabulnya doa, maka bukakanlah pintu goa ini ! lalu apa yang terjadi hadirin,
teman, seketika pintu goa itu terbuka, subhanallah ….ternyata kebaikan kepada
ibunya telah diterima Allah sebagai amal soleh. Pantas saja sahabat nabi pernah
bertanya kepada Rasullullah siapa yang paling kita hormati, yang paaaling harus
kita hormati jawab rasullullah ibu, lalu siapa lagi ya rasullullah ibu, lalu
siapa lagi ya rasullullah ibu, lalu siapa lagi ya rasul bapak. Tiga kali
rasullullah mengatakan ibu, ibu, dan ibu, lalu di ikuti oleh bapak atau ayah.
Yaah, ibu memang ditempatkan pada urutan pertama, tetapi ayah pun patut kita
hormati.
Hadirin, teman-teman tak inginkah
doa kita terkabul seperti pemuda tadi, tak inginkah Allah ridha kepada kita,
karena kita anak baik, tak inginkah kita menjadi anak yang soleh, anak yang
menjadi kebanggaan mereka. Rugikah kita menjadi anak yang baik, rugikah kita
menjadi anak soleh, sungguh teman, sungguh hadirin, takkan pernah rugi jika
kita berbakti kepada kedua orang tua. Yang ada adalah pahala yang mengalir dari
Allah untuk kedua orang tua kita. Rasullullah pernah bersabda:
” Ridawla hipiridal walidain
wasuhtullahipisuhtil walidain.”
Artinya:”Rida
Allah bergantung pada rida kedua orang tua dan murka Allah bergantung pada murka kedua orang tua .”
Oleh karena itu hadirin, saya
mengajak diri saya, keluarga, teman-teman dan hadirin yang berada disini, mari,
maari kita baktikan hidup kita kepada Allah, kita taati perintahnya, dengan
berbakti kepada kedua orang tua kita mulai dari hal yang kecil, misalnya
membantu ibu menjaga adik, membantu ibu didapur, ngak susah kalau disuruh
shalat, atau yang lainnya. Dan mulai pada saat ini juga lalu kita doakan ibu
bapak kita :
“Rabbigpirli waliwalidaia warham huma kama rabbayanisyagira.”
Artinya:
“Ya
Allah, ampuni dosaku dan dosa kedua orang tuaku sayangilah mereka sebagaimana
mereka menyayangiku diwaktu kecil.” Amin yarabbal alamin..
Demikianlah pidato yang dapat saya
sampaikan salah khilaf saya mohon maaf,
Ussikum wanafsi bitaqwallah, sumassalamualaikum
warahmatullahi wabarakutuh
Bagus,
BalasHapus