Ini loh pidato yang pernah aku bawakan dalam lomba perpustakaan daerah dan membawa ku menjadi juara 1 :)
Assalamualaikum wr.wb.
Salam sejahtera bagi kita. Yang
saya hormati kepala kantor perpustakaan, arsip dan dokumentasi kabupaten
kapuas. Yang saya hormati ibu-bapak selaku dewan juri lomba pidato. Serta
teman-temanku yang berbahagia.
Puji syukur kita panjatkan
kehadirat Tuhan YME, karena atas berkah, taufik dan hidayah-NYAlah kita dapat
berkumpul di tempat ini melaksanakan
lomba pidato dengan keadaan sehat walafiat.
Ibu-Bapak dewan juri serta teman-temanku
yang berbahagia.
Ingatkah
kalian, kenalkah kalian pada seorang tokoh, seorang tokoh pendidikan,
pendidikan taman siswa? Yah, beliau adalah Ki Hajar Dewantara. Beliau adalah
seorang tokoh pendidikan Indonesia yang memprokarsai berdirinya lembaga
pendidikan Taman siswa. Dia lebih terkenal dengan filsafat ”tut wuri handayani,
hing madya mangun karsa, hing ngarso sung tulada”. Ki Hajar Dewantara
mengklasifikasikan tujuan pandidikan dengan istilah “tri-nge”. “Nge” pertama
adalah ngerti” (memahami). “Nge kedua” adalah “ngerasa” (merasakan), dan “nge”
ketiga adalah “ngleakonin” (mengajarkan). Nah, inilah tema yang akan saya
sampaikan pada pidato kali ini dengan judul “Dengan Membaca Akan Membuka
Jendela Dunia”
Teman-temanku yang berbahagia.
Teman-teman! Sudahkah hari ini
kalian membaca? Kalau sudah apa yang kalian baca? Tentu hal itu sesuatu yang
bermanfaat. Membaca tentu bukan suatu hal yang asing bagi kita semua. Pada
zaman global sekarang, membaca merupakan suatu hal yang penting. Karena,
membaca merupakan akar dari peradaban sebuah bangsa. Bahkan membaca sekarang
telah menjadi kebutuhan pokok yang harus dimiliki setiap orang agar bisa
menjawab tantangan kehidupan. Untuk membaca, banyak cara yang dapat kita capai.
Diantaranya melalui perpustakaan. Karena di perpustakaan berbagai sumber
informasi bisa kita peroleh, selain itu banyak juga manfaat lain yang dapat
kita peroleh melalui perpustakaan. Mulai dari tempat meminjam buku, tempat kita
membaca dengan tenang, dan bahkan kita dapat bertemu dengan teman baru
diperpustakaan. Nah, tapi mengapa teman? Ketika kita mendengar kata
perpustakaan, dalam benak kita langsung terbayang sederetan buku-buku yang
tersusun rapi di dalam rak sebuah ruangan. Yah, memang pendapat ini
kelihatannya benar, tetapi kalau kita mau memperhatikan lebih lanjut, hal itu
belumlah lengkap. Karena setumpuk buku yang diatur di rak sebuah toko buku
tidak dapat disebut sebagai sebuah perpustakaan.
Teman-teman! Rugikah kita jika
kita rajin membaca? Rugikah jika kita datang perpustakaan? Tentu tidak teman
yang ada adalah ilmu yang terus bertambah jika kita sering membaca. Oleh karena
itu teman, saya mengajak diri saya, teman-teman yang berada disini mari-mari
kita manfaatkan waktu kita dengan membaca. Karena dengan membaca akan menambah
ilmu pengetahuan kita. Dan dengan bertambahnya ilmu pengetahuan kita bertambah
pula pendidikan kita. Perpustakaan jantung pendidikan, dengan membaca kita
dapat menguasai dunia.
Sebelum saya akhiri pidato ada
pantun yang ingin saya sampaikan mau dengan gak?
Burung dara
terbang sembilan
Terbang
tinggi diatas angkasa
Perpustakaan
jantung pendidikan
Tempat kita untuk membaca
Akhiru kallam sumassalamualaikum
wr.wb
Selamat ya!
BalasHapusBapak bangga padamu!