Assalamualaikum
Wr.Wb.
Salam
sejahtera bagi kita,yang saya hormati kepala Dinas Kalautan dan Perikanan
Provinsi Kalimantan Tengah. Yang saya hormati panitia pelaksana lomba pidato
dalam rangka hari pangan sedunia. Yang saya hormati ibu-bapak dewan juri. Serta,
teman-teman peserta lomba yang berbahagia.
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan YME,
karena atas berkah, taufik dan hidayah-NYAlah pada hari ini kita dapat
berkumpul ditempat ini dalam rangka lomba pidato dalam keadaan sehat walafiat.
Ibu-Bapak dewan juri,
Serta teman-temanku yang berbahagia.
Kenalkan kalian pada seekor hewan, seekor hewan
yang menghasilkan protein, protein untuk tubuh kita? Ya, hewan itu adalah ikan.
Menurut kamus besar bahasa indonesia ikan adalah seekor hewan sumber protein tertinggi
yang dibutuhkan oleh tubuh manusia, khususnya adalah otak kita. Bahkan ada yang
mengatakan bahwa ikan adalah makanannya otak. Hal ini sangat logis dan mudah
dijelaskan, karena rata-rata ikan mengandung protein yang lebih tinggi dari
jenis makanan lain. Nah, inilah tema yang akan saya sampaikan pada pidato kali
ini dengan judul“Pentingnya Mengonsumsi Ikan Gabus Untuk Kesehatan dan
Kecerdasan”.
Teman-temanku
yang berbahagia.
Sehat
itu mahal, mungkin sebuah kata yang tak asing lagi bagi kita. Menjaga kesehatan tubuh dapat kita lakukan
mulai hal yang kecil seperti mengonsumsi makanan sehat. Salah satunya adalah
mengonsumsi ikan. Tahukah kalian teman, ikan apa yang paling banyak mengandung
sumber protein?. Ya, mungkin di benak kalian akan terbayang ikan salmonyang
banyak mengandung omega 3. Tapi tahukah kalian sebenarnya ada seekor ikan yang
kita temui setiap hari dipasar bahkan ikan itu sumber protein yang lebih tinggi
dari ikan salmon tahukah kalian ikan apa itu?. Ya, ikan itu adalah ikan gabus
atau yang lebih kita kenal dalam bahasa dayak ngajuk lauk behau.
Teman-temanku
yang berbahagia.
Ikan
gabus sangat kaya akan albumin. Jenis protein terbanyak (60 persen) di dalam plasma darah manusia.
Peran utama albumin di dalam tubuh, yaitu membantu pembentukan jaringan sel
baru. Tanpa albumin; sel-sel di dalam tubuh akan sulit melakukan regenerasi,
sehingga sel akan cepat mati dan tidak berkembang. Albumin inilah yang juga
berperan penting dalam proses penyembuhan luka.
Selain itu Kadar protein per 100 gram ikan gabus setara dengan ikan
bandeng, tetapi lebih tinggi bila dibandingkan dengan ikan lele, maupun ikan
mas yang sering kita konsumsi setiap hari. Kandungan protein ikan gabus, juga
lebih tinggi daripada bahan pangan yang selama ini dikenal sebagai sumber
protein seperti telur, daging ayam, maupun daging sapi.
Mengonsumsi ikan gabus sebaiknya mulai dibiasakan sejak balita.
Pemberian makanan yang kaya albumin ini bukan hanya dilakukan ketika anak
menunjukkan gejala sakit, tetapi juga ketika sehat. Hal tersebut berkaitan
dengan fungsi albumin yang sangat penting.
Albumin bukan hanya dibutuhkan pasien yang
sedang menjalani operasi, tetapi juga anak-anak yang sedang dalam tahap
pertumbuhan. Bila kadar albumin rendah, protein yang dikonsumsi anak akan
pecah. Protein yang seharusnya dikirim untuk pertumbuhan sel menjadi tidak
maksimal.Sementara pada anak yang sedang berada di fase periode emas
pertumbuhan (golden age), yaitu usia 1-5 tahun, kekurangan albumin akan sangat
mengganggu pertumbuhan otaknya. Semakin sedikit albumin, pertumbuhan sel di
otak akan semakin lambat. Sel otak yang sedikit menyebabkan anak menjadi kurang
cerdas.
Ibu-Bapak dewan juri,
Serta teman-temanku yang
berbahagia.
Dapat
kita lihat pada anak-anak di Jepang yang mempunyai kecerdasan yang tinggi,
salah satunya karena di negara itu rakyatnya diajak mengkonsumsi ikan sejak
balita. Jadi saya ulangi sejak balita. Ada sebuah pepatah latin mengatakan Men Sano In Con
Poresano, yang artinya di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat. Oleh
karena itu, saya mengaja teman-teman yang berada disini mari kita menjaga
kesehatan tubuh kita. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan yang banyak
mengandung protein seperti ikan gabus. Karena ikan gabus terbukti menggandung
protein yang tinggi, low cholesterol, protein boleh tinggi, kolesterol
harus rendah, kemudian rasanya nikmat, membuat badan menjadi sehat dan tentu saja akan mencerdaskan otak kita.
Sebelum saya akhiri pidato singkat ini ada
pantun yang ingin saya sampaikan.
Ikan gabus ada sebelas
Mati tiga tinggal delapan
Kalau mau sehat dan cerdas
Mari kita memakan ikan
Sekian pidato dari saya, saya akhiri,
Summassalamualaikum wr.wb
Bagus lanjutkan!
BalasHapus